PAM JAYA bersama PALYJA kembali raih penghargaan TOP 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2018

PAM JAYA BERSAMA PALYJA KEMBALI RAIH PENGHARGAAN TOP 99 KOMPETISI INOVASI PELAYANAN PUBLIK 2018

Surabaya, 19 Desember 2018. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerima penghargaan TOP 99 Inovasi Award yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Ada 4 Inovasi dari Jakarta yang berhasil mendapat gelar TOP 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik, salah satunya yaitu Inovasi KATROL (peningkatan kualitas air olahan Pam-Palyja di IPA Pejompongan) yang dibawakan oleh PAM JAYA bersama Operatornya PALYJA.

Pemberian penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menpan RB Indonesia Syafrudin, M.S.I. yang diterima oleh Inovator KATROL (peningkatan kualitas air olahan Pam-Palyja di IPA Pejompongan), yaitu Diah Infusiawati yang didampingi oleh Senior Manajer Teknik Pelayanan PAM JAYA Elly Dermawati dan President Director PALYJA Robert Rerrimassi di Hotel Shangrila Surabaya, Rabu (19/9/2018).

Direktur Utama PAM JAYA Priyatno Bambang Hernowo saat dikonfirmasi membenarkan bahwa PAM JAYA dan PALYJA meraih penghargaan TOP 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik.

Kompetisi ini sendiri, katanya, diselenggarakan oleh Kemenpan RB. “Ini merupakan tahun kedua bagi PAM JAYA bersama PALYJA meraih penghargaan TOP 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik. Tahun lalu AETRA juga masuk kategori TOP 99. Ini menjadi pemacu bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada Masyarakat Jakarta.” tutur Bambang Hernowo.

Inovasi KATROL (peningkatan kualitas air olahan Pam-Palyja di IPA Pejompongan) ini merupakan inovasi yang sudah dikembangkan oleh PAM JAYA bersama PALYJA sejak tahun 2016 lalu melalui penerapan teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) di Instalasi Pengambilan Air Baku (IPAB) Kanal Banjir Barat. Inovasi ini adalah yang pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara. Teknologi ini menggunakan partikel yang dinamakan Meteor yang dikembangkan oleh Degrémont dengan material proprietary polyethylene biofilm carries, yang permukaannya dapat menjadi media tumbuh mikroorganisme alami. Mikroorganisme alami yang hidup dalam air inilah yang akan bermanfaat untuk memurnikan dan menetralisasi air dengan cara menyaring dan mengurai polutan terlarut dalam air, seperti amonium. Setelah diproses dengan teknologi MBBR, air baku akan disalurkan ke IPA Pejompongan untuk diolah menjadi air bersih.

Inovasi ini telah berhasil meningkatkan kinerja PAM JAYA -  PALYJA dalam memproduksi air bersih, antara lain:

1. Penambahan alternatif sumber air baku untuk IPA Pejompongan. Peningkatan ini juga disebabkan oleh Instalasi Pengambilan Air Baku (IPAB) Kanal Banjir Barat yang telah dioperasikan selama 24 jam berturut-turut dengan suplai maksimal 550 liter/detik sebagai air baku tambahan.

2. Peningkatan keandalan kuantitas dan kualitas air baku yang layak. Keberhasilan penerapan teknologi Moving Bed Biological Reactor (MBBR) di IPA Pejompongan menjadi dasar keberlanjutan proyek inovasi ini di IPA lain. Teknologi MBBR ini juga digunakan di IPA Cilandak untuk menurunkan konsentrasi amonia pada air baku yang berasal dari Kali Krukut di area prasedimentasi sebelum masuk ke proses produksi.