PAM JAYA & AETRA SEPAKATI HEAD OF AGREEMENT

PAM JAYA & AETRA SEPAKATI HEAD OF AGREEMENT

JAKARTA – Rencana pengembalian konsensi pengelolaan air di Jakarta terus berjalan dengan baik. PT. Aetra Air Jakarta menandatangani kesepakatan awal (head of agreement) dengan PAM JAYA pada hari Jum’at tanggal 12 April 2019 di Jakarta. Kesepakatan yang ditandatangai antara Direktur Utama PAM JAYA, Priyatno Bambang Hernowo dan Presiden Direktur PT Aetra Air Jakarta, Edy Hari Sasono ini merupakan langkah awal untuk melaksanakan perintah Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies R. Baswedan, untuk pengambilalihan pengelolaan air bersih di Jakarta oleh PAM JAYA.

Direktur Utama PT. PAM JAYA, Priyatno Bambang Hernowo mengatakan, penandatanganan kesepakatan awal tersebut merupakan wujud langkah perdata. “Aetra dan PAM JAYA sudah sepakat untuk menandatangani HoA,” ujarnya, Jumat (12/4).

Hernowo menambahkan, bahwa ada empat hal yang disepakati dalam kesepakatan awal tersebut, yaitu: PAM JAYA dan Aetra bersepakat mengembalikan konsesi pengelolaan air  di DKI Jakarta kepada PAM JAYA; sepakat untuk melakukan due diligent sebagai pertimbangan PAM JAYA dalam menyusun Syarat dan Ketentuan dalam pengembalian konsesi dan implikasi nya; sepakat menyusun transisi dalam pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum di DKI Jakarta setelah pengembalian konsesi dan menyusun peningkatan pelayanan untuk mencapai akses 82% di 2023, yang akan dituangkan dalam Perjanjian Pernyataan Kembali.

Dia juga berharap dalam waktu enam bulan akan dicapai kesepakatan baru dengan berdasar pada hasil uji kelayakan. “Demi proses yang lebih transparan, Pemprov DKI akan meminta BPKP untuk melakukan telaah terhadap hasil due diligence yang akan dilakukan serta pendampingan dari Jaksa Pengacara Negara Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk memastikan tata kelola yang baik dan patuh”, tegas Hernowo.

Terkait dengan PT. PAM Lyonnaise Jaya (Palyja), Hernowo menyebut pihaknya masih terus berkoordinasi terkait penandatanganan kesepakatan awal. Pihaknya menargetkan untuk mencapai kesepakatan dengan Palyja dalam waktu dekat.

“Apabila tidak tercapai kesepakatan dengan PALYJA, kami akan tetap melakukan due diligence untuk dipakai sebagai landasan bagi Pemprov DKI dan PAM JAYA mengambil langkah kebijakan yang sesuai,” ujar Hernowo.

Sebagaimana diketahui bahwa sejak tahun 1998, pengelolaan air minum di Jakarta dikelola oleh dua perusahaan swasta, yaitu Aetra untuk wilayah timur DKI Jakarta dan Palyja untuk wilayah barat DKI Jakarta. Semenjak itu konsesi dipegang oleh Swasta dan PAM JAYA berperan sebagai pengawas. Studi Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum yang dibentuk oleh Gubernur menyimpulkan bahwa kemungkinan kecil bagi mitra swasta untuk mencapai target yang ditetapkan pada awal perjanjian dengan skema perjanjian kerjasama saat ini.

PAM JAYA diminta oleh Pemprov DKI untuk mengambilalih pengelolaan air minum perpipaan di DKI Jakarta untuk memastikan target layanan dasar air minum perpipaan dapat dituntaskan di tahun 2030 dengan akses 100%, sejalan dengan amanat PBB dalam hal pembangunan yang bekelanjutan (SDG) yang menargetkan 100 persen cakupan layanan pada tahun 2030. (*)