Tarif Masih Dibahas

TARIF MASIH DIBAHAS

JAKARTA – PD PAM JAYA bersama dengan Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat masih membahas besaran tarif penyerapan air curah Sistem Penyediaan Air Minum Jatiluhir I.

Direktur Utama PD PAM JAYA Erlan Hidayat mengatakan, hingga saat ini pembahasan tarif penyerapan air curah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur I masih dilakukan.

“Yang Jatiluhur masih dibahas titik temu tarif, Selama ini, PAM itu sudah beli air curah dari Tangerang, sudah sejak awal ada kerja sama swasta, sudah 20 tahun lebih,” ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini.

Kebutuhan air DKI mencapai 23.000 liter per detik. Hingga saat ini yang di produksi sekitar 19.000 liter per detik.. Selama ini, DKI memperoleh pasokan kebutuhan air sebesar 15% dari Tangerang dalam bentuk air curah dengan harga sekitar Rp. 2.800 per meter kubik. Diperkirakan dalam 4 tahun hingga 5 tahun ke depan, kebutuhan akan mencapai Rp. 3.200 per meter kubik.

“PAM JAYA berusaha agar harga SPAM Jatiluhur tidak jauh-jauh dari harga Tangerang itu,’Ucap Erlan.

Sementara itu, Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo menuturkan, pengajuan batas tarif air curah sudah dilakukan yakni diperkirakan sekitar Rp. 4.000 per meter kubik. Tarif batas air curah ini digunakan dalam pelelangan ketika penawar dapat mengambil paling rendah dari batas atas tersebut. “Masih pembahasan tarif air curah. Setelah ketemu tarifnya baru dilelang,’’ katanya.

SPAM Jatiluhur I ini akan memiliki kapasitas sekitar 4.000 liter per detik. Sumber air berasal dari Bendungan Jatiluhur. Investasi pembangunan SPAM Jatiluhur I mencapai Rp 4 Triliun.

“Kalau pemasangan distribusi di hilir dari itu sekitar Rp. 10 Triliun memang ini agak mahal. Pemasangannya di Jakarta Timur, Pusat dan Selatan,” tuturnya.

Kementerian PUPR dapat membantu sebagian atau seluruh pembangunan jaringan distribusi utama. Jaringan distribusi tersier dan sambungan rumah akan dilaksanakan oleh Pemda DKI dan PDAM

Pemerintah akan mengebut pembangunan tiga SPAM di Jakarta untuk menambah ketersediaan air baku di Ibu Kota.

Selain Jatilihur I, dua SPAM lain adalah Karian dan Jatiluhur 2. Pembangunan ketiga SPAM tersebut ditargetkan selesai pada 2020.

Menurut rencana, ketiga SPAM tersebut akan menghasilkan air dengan kapasitas 13.200 liter per detik. Adapun, kebutuhan air waga Jakarta sekitar 20.000 liter per detik.

Selama ini, 80% kebutuhan air warga Jakarta berasal dari Tarum Barat Waduk Jatilihur. Pada tahun 2015, air yang dialirkan ke Jakarta sebanyak 16.1 meter kubik per detik.

Sumber : Bisnis Indonesia Sabtu 23 Juni 2018