Percantik Diri Sebelum  Bekerja sama

PERCANTIK DIRI SEBELUM BEKERJA SAMA

Ditengah semakin terbukanya pelayanan publik di bidang air minum, dalam hal pengembangan Sistem peyediaan Air Minum (SPAM) , PDAM memiliki pilihan , apakah sekedar menunggu tidak melakukan apa – apa agar aman , atau mempersiapkan diri dengan meningkatkan kapasitas investasi lebih dulu agar semakin sehat dan kuat? Semua tergantung pada pilihan yang diambil PDAM.

      Ketua Umum PERPAMSI Erlan Hidayat mengatakan, sebagai organisasi yang mewadahi PDAM seluruh Indonesia, pihaknya siap membantu anggotanya yang ingin melakukan kerja sama pengembangan investasi dalam penyelenggaraan SPAM , PERPAMSI juga siap membantu dan menugaskan lembaga studi Akatirta Magelang untuk membantu PDAM dalam mengembangkan perencanaannya, bagi anggota yang belum terlalu memahami kerja sama B to B.

      Dikatakannya , PERPAMSI juga siap membantu PDAM mengembangkan kerja sama yang adil dengan pihak lainnya. Juga, membantu badan usaha menyalurkan minat investasinya, karena banyak badan usaha yang anggota PERPAMSI juga. “ jadi, kalau mau kerja sama maka kerja sama saja, yang penting adil . Tugas PERPAMSI adalah membuat keseimbangan dalam kerja sama tersebut ,” tegas Erlan Hidayat di salah satu sesi Indonesia Water Forum 2018.

      Kendati demikian, Erlan mengingatkan , PDAM sebagai membuat rencana kerja (Master Plan) . Maste Plan itu yang akan menentukan langkah ke depan menjadi sah atau tidak, seperti ddalam hal kerja sama B to B . Akan menjadi pertanyaan , ketika PDAM tidak memiliki rencana , namun tiba- tiba kerja sama B to B . Jika tidak bisa sendirian bekerja sama, maka kerja sama dengan badan usaha swasta bisa juga dilakukan secara kolektif , seperti PDAM-PDAM yang memiliki sumber air baku yang sama.

      ‘ Minta persetujuan pemerintah daerah. Kemudian , buka peluang kerja sama dengan PDAM lain, seperti Jawa Tengah membuka dialog dan peluang kerja sama dengan PDAM lain. Bisa juga menunggu KPBU (Kerja sama Pemerintah – Badan Usaha), sementara pelayanan strategis nasional. Tetapi itu lama , sementara pelayanan publik itu tidak bisa menunggu, “ tegas Erlan . Dilanjutkannya, di PAM Jaya yang di pimpinnya ,

       Peluang kerja sama pengelolaan SPAM antara PDAM dengan swasta , sudah memiliki payung hukum yang jelas. PDAM sebaiknya tidak menunggu tanpa melakukan apapun.Berhiaslah semenarik mungkin , persiapan diri lebih baik agar siap ketika investor “ meminang”.

Pihaknya lebih memilih melakukan percepatan proyeK SPAM , seperti SPAM hutan kota yang sudah berjalan dan beberapa proyek SPAM lain yang masih dalam proses .

      “ Sekarang baru satu yang jalan sudah 3 tahun, SPAM Hutan Kota . Kalau itu bisa berjalan semua katakan Buaran 3, dalam 4 tahun , DKI bisa mensdahului SPAM Jatiluhur 1 . Bukan SPAM Jatiluhur 1 tidak dibutuhkan . Dibutuhkan , karena DKI banyak butuh air . Tetapi waktunya panjang ,” ungkapnya.

        Erlan juga mengigatkan , proses kerja sama sangat penting bagi PDAM . Tanpa adanya kerja sama ,termasuk dengan badan usaha swasta , maka akan sulit mencapai target yang sudah ditetapkan sebelumnya . Dengan payung hukum yang jelas , lanjutnya , PDAM sebaiknya tidak usah sungkan melaksanakan program kerja sama pengembangan SPAM ataupun pengusahaan sumber daya air. Pasal 18 Peraturan Pemerintah Nomor 121 Tahun 2015 dan pasal 42 Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 sudah menjadi kekuatan hukumnya.

Tanggung Jawab PDAM

       Sekertaris Umum PERPAMSI Mujiaman menambahkan , sebagai pengelola PDAM dia melihat bahwa tanggung jawab kerja sama pengembang SPAM baik KPBU maupun B to B keputusannya ada pada PDAM .Pemerintah pada prinsipnya sangat serius memajukan dan mendorong dari sisi regulasi dan kebijakan dalampola kerja sama KPBU maupun B to B tersebut.

        “ Dorongannya mau sebesar apapun , mesinnya tidak akan jalan kalau PDAM tidak meningkatkan kapasitasnya. Jadi mau KPBU maupun B to B akan bisa berjalan kalau kapasitas perusahaan bisa ditingkatkan . Kapasitas itu adalah kapasitas investasi ,” ungkap sosok yang juga Direktur Utama PDAM Kota Surabaya.

          Sejauh ini , yang dilakukan Mujiaman di PDAM Kota Surabaya adalah bagaimana meningkatkan efisensi dan efektifitas investasi . Peningkatan kapasitas investasi menjadi prioritasnya . Selama ini investasi pada PDAM tersebut kisarannya hanya Rp 50 hingga Rp 100 miliar pertahun. Thaun 2018 , angkanya dinaikan menjadi Rp 520 miliar

        Itu uang kita sendiri . Kapasitas organisasi(PDAM) ini perlu kita percepat . kalau kurang cantik , saya menduga swasta juga agak ragu-ragu bekerja sama dengan kita . Satu-satunya cara untuk menarik investasi PDAM maka kita harus cantik. Kecantikan ditunjukkan dengan kemampuan kita dalam mengelola PDAM ,” terang Mujiaman.

          Kerja sama atau dalam istilah Mujiaman “Keroyokan”  sudah menjadi tren global . Menurut dia , banyak contoh di dunia ini , perusahaan yang bisa tumbuh dan berkembang jika di keroyok oleh masyarakat badan usaha swasta , maupun perbankan dan lainnya . Mekanisme keroyokan ini sudah terlihat beberapa tahun terakhir , banyak undang – undang meyiapkan itu .

           “ Mekanisme itu tidak akan berjalan kalau perusahaan tidak meyiapkan diri . untuk meningkat kapasitas perlu teknologi . Tanpa teknologi tidak akan mungkin , tetapi kita beruntung hidup di zaman ini. Dimana taeknologi bisa cepat kita serap . Teknologi merupakan tools yang bisa kita manfaatkan ,” imbuh Mujiaman.

Sumber: Majalah Air Minum