Serba Serbi

AIR DAN SUSTAINABILITY

Air dan Sustainability

Istilah sustainability adalah istilah yang lebih sering digunakan dalam ulasan-ulasan tentang lingkungan hidup (environment) daripada bidang yang lain. Namun harus diakui, bahwa pemakaian istilah sustain atau keberlanjutan juga sering dipakai dalam artikel-artikel tentang energy. Bahkan juga sering disebutkan istilah pembangunan yang berkelanjutan atau sustainability development dalam artikel yang lain lagi. Lalu apa yang menjadi poin penting dari sustainability dalam kaitannya dengan air? Padahal seperti kita ketahui dalam sains, bahwa air terus menerus mengalami siklus yang tidak pernah habis secara alamiah dan dapat berwujud padat, cair dan uap. Sebenarnya, yang ingin kita sajikan dalam ulasan ini ialah soal environmental hazard dalam kaitannya dengan  lingkungan hidup (alam) yang selama ini terus menerus memproduksi dan mensuplai air kepada mahluk hidup di muka bumi.

Sebagaimana kita ketahui, air dibutuhkan tidak hanya oleh manusia, tapi oleh seluruh mahluk hidup. Bahkan air menjadi media kehidupan bagi mahluk hidup berjenis ikan yang nota bene menjadi sumber makanan bagi manusia dan mahluk lainnya. Namun karena kemungkinan adanya  kerusakan alam akibat limbah industri berbahaya serta adanya climate change yang terjadi akhir-akhir ini bisa menyebabkan kualitas air berubah dan berbahaya jika dikonsumsi manusia dan mahluk hidup lainnya. Oleh karena itulah kemudian muncul kesadaran tentang sustainability, yang artinya manusia dituntut untuk memperhatikan kualitas lingkungan hidup agar kebutuhan dasar seperti air secara aman dijamin  dapat mensuplai kebutuhan hidup umat manusia.

Sebagaimana ditulis dalam “Himalayan Glaciers, Climate Change, Water resources and water security (2012), setidaknya kita akan bisa memahami apa dampak perubahan iklim terhadap lingkungan hidup kita terhadap kebutuhan air dan sebaliknya air yang terlalu banyak (banjir) akibat environmental hazard dapat menjadi ancaman bagi manusia dalam memperoleh makanan.  Kasus deforestrasi atau penggundulan hutan di Nepal dan Pakistan dilaporkan telah mengancam dapat mematikan sumber-sumber air potensial. Kasus di Himalaya sebenarnya bukan satu-satunya kasus tentang air kaitannya dengan kualitas lingkungan hidup. FAO regional office of Africa,  dalam Nature and Fauna volume 27,  dalam editorialnya ditulis dengan judul; Managing Africa’s water resources, integrating sustainable use of land, forest and fisheries. Substansi dari editorial itu mengarah pada pentingnya menjaga kualitas lingkungan hidup bagi ketersedian air sebagai kebutuhan dasar hidup manusia.

Beberapa kasus yang terjadi di belahan bumi ini tentu akan menyadarkan kita betapa pentingnya mengelola alam dan lingkungan hidup kita dengan baik agar suplai air yang menjadi kebutuhan dasar manusia dapat terjamin. DKI Jakarta yang membutuhkan kebutuhan air bersih sangat besar tentu juga berkepentingan terhadap kampanye tentang sustainability yang secara khusus agar ketersedian bahan baku air dapat terjamin aman. Dan tentunya, propaganda sustainability itu juga untuk agar air yang berlimpah tidak menyebabkan banjir yang berulangkali terjadi di ibu kota.