Serba-Serbi > Siaran Pers

Jakarta, 12 Agustus 2017. Bersama dengan puluhan wartawan, PAM JAYA mengunjungi instalasi pengolahan air laut di Pulau Untung Jawa yang dikelola oleh PAM JAYA. Instalasi tersebut lebih dikenal dengan SWRO (Sea Water Reverse Osmosis) dengan kapasitas 2.5 l/detik, SWRO ini melayani sekitar 310 sambungan kepelanggan.

Pulau Untung Jawa adalah salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu yang merupakan bagian dari Wilayah Provinsi DKI Jakarta yang perlu mendapatkan pelayanan air bersih yang layak dengan gambaran umum kondisi eksisting sebagai berikut:

  • Luas lahan: 40 hektar
  • Jumlah kepala keluarga: 492 KK
  • Kondisi geografis pesisir dengan penghasilan sebagai nelayan
  • Dapat diakses dari Tanjung Pasir, Marina Ancol dan Muara Angke
  • Merupakan salah satu tujuan wisata
  • Sumber air berasal dari air hujan, air tanah yang payau, dan pengolahan BWRO yang sangat terbatas.

Berdasarkan kondisi tersebut, untuk memenuhi kebutuhan air bagi penduduk di Pulau Untung Jawa, PAM JAYA melalui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan Pemerintah Pusat Kementerian PU & Pera  untuk membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan Teknologi Reverse Osmosis (RO) yang dapat mengolah air laut menjadi air layak minum.

Kerjasama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Pulau Untung Jawa dengan Teknologi Reverse Osmosis (RO) dimulai pada tahun 2014 yang meliputi : 

  1. Penyediaan lahan dan perijinan oleh Pemda DKI Jakarta
  2. Pembangunan infrastruktur oleh Kementerian PU & PR meliputi:
  • Pembangunan IPA SWRO kapasitas 2,5 liter/ detik
  • Pembangunan jaringan distribusi panjang 6.894 meter
  • Pemasangan 250 Sambungan Rumah (SR)
  1. Pembangunan dan pengembangan infrastruktur oleh PAM JAYA:
  • Pemasangan jaringan distribusi ± 1.740 meter
  • Pemasangan Sambungan Rumah dengan target 200 SR (60 SR sudah terpasang)

Proses pengolahan air dengan teknologi Reverse Osmosis dimulai dari pengambilan air baku dari laut yang disaring melalui Micro Filtrasi untuk mengurangi butiran-butiran polutan yang diolah dengan membran Ultra Filtrasi (UF) untuk mengurangi kekeruhan dan proses terakhir adalah pemisahan garam-garam dengan membran Reverse Osmosis yang selanjutnya ditampung di reservoir bawah dan reservoir atas untuk didistribusikan ke pelanggan melalui jaringan perpipaan.

Kualitas air yang dihasilkan dari pengolahan SWRO merupakan kualitas air minum sesuai dengan standar air minum yang mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

Saat ini jumlah sambungan rumah yang siap dilayani sebanyak 310 pelanggan dan ditargetkan akan bertambah sebanyak 182 pelanggan di tahun 2017 ini.

Dari aspek pelanggan, PAM JAYA telah menerima pendaftaran calon pelanggan tanpa dikenakan biaya sambungan dan biaya administrasi (gratis) untuk kategori Rumah Tangga, dengan hanya membayar Uang Jaminan Pelanggan (UJL) sebesar Rp. 35.000,-

“merupakan sebuah tantangan bagi PAM JAYA untuk mengolah air laut menjadi air minum yang sesuai standar Permenkes, dan itu berhasil dilakukan namun tantangan selanjutnya adalah mengubah kebiasaan masyarakat untuk dapat menerima hasil olahan air laut tersebut untuk dikonsumsi dan digunakan sehari-hari. Ini tidak menjadi tugas dari PAM JAYA saja namun juga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta beserta jajarannya temasuk lurah yang paling dekat dengan masyarakat” ujar Erlan Hidayat, Direktur Utaman PAM JAYA.

Dengan adanya SWRO ini diharapkan dapat membantu masyarakat kepulauan seribu khususnya pulau Untung Jawa, kedepan PAM JAYA akan terus mengoptimalkan produksi dari SWRO Pulau Untung Jawa tersebut.

 



Tweet




Copyright © 2015, PAM JAYA