Serba-Serbi

Jakarta – Setelah menunggu hampir 10 tahun lamanya untuk mendapatkan air bersih, akhirnya 600 warga di Jalan Kapuk Muara, khususnya di wilayah RW 01, 05 dan 05, Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara bisa bernafas lega.

Mereka sudah bisa mengakses air bersih melalui air perpipaan yang disediakan oleh salah satu operator air bersih mitra PDAM Jaya, yaitu PAM Lyonnaise Jaya (Palyja).

Ketua RW 04, Muhamad Irsyad mengatakan sudah hampir 10 tahun, warga Kapuk Muara berjuang untuk mendapatkan air bersih. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari mengajukan pengaduan kepada Palyja, menggunakan air sumur hingga mengambil air dengan selang berjarak 300 meter.

“Kami bergulat mendapatkan air bersih hampir 10 tahun di sini. Bahkan ketika pakai air sumur, airnya kuning tidak layak dikonsumsi, ya mau bagaimana lagi. Dapat tandon dari Palyja, tapi tidak cukup untuk warga di sini. Saking putus asanya, sampai-sampai warga menarik selang sepanjang 300 meter dari sumber air untuk mengalirkan air bersih,” kata Irsyad saat ditemui wartawan di Jalan Kapuk Muara, Kamis (28/12).

Kesulitan mendapatkan air bersih semakin parah, ketika adanya pembangunan jembatan pipa di atas kali Angke di Jalan Teluk Gong, Jakarta Utara setinggi 4,5 meter dari dasar permukaan air kali.

“Akibatnya, air tidak bisa naik. Padahal sudah dikasih booster pump, air sulit naik. Jadilah kami semakin sulit mendapatkan air,” ujarnya.

Keluhan warga Kapuk Muara segera diantisipasi oleh Palyja. Atas bantuan anggota Komisi A DPRD DKI, Abdul Aziz, Palyja mendapatkan kemudahan izin untuk menurunkan jembatan pipa tersebut menjadi 2,5 meter dari permukaan air kali.

“Nah pas diturunkan, sekarang air sudah mengalir dengan baik, meskipun belum maksimal karena masih dalam perbaikan. Tetapi yang penting warga itu senang banget. Puluhan tahun tidak dapat air, sekarang mudah dapat air bersih. Kami sangat mengapresiasi sikap kooperatif Palyja yang cepat menanggapi keluhan warga, yang mau turun langsung ke lapangan untuk menyelesaikannya,” jelasnya.

Sebelumnya segala bentuk pengaduan telah disampaikan warga melalui call center, berkunjung ke Divisi Pelayanan PALYJA (DPP) Barat, menyampaikan lewat media massa ataupun ke anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta pada Maret sampai April 2017.

Kepala Divisi Daerah Pelayanan Palyja (DPP) Barat, Asep Rahmat membenarkan permasalahan kesulitan air bersih di Kapuk Muara disebabkan tingginya jembatan pipa berdiameter 300 milimeter. Karena itu, pihaknya langsung menurunkan jembatan pipa tersebut dari ketinggian 4,5 meter menjadi 2,5 meter. Sehingga debit air yang dapat mengalir mencapai 20 liter per detik (lpd). Pengerjaan penurunan jembatan pipa rampung pada November.

“Dengan volume air sebesar itu, cukup untuk menyediakan air bersih bagi warga di Kapuk Muara. Bahkan berlebih. Jadi kalau akses air bersih sudah bagus di Kapuk Muara, maka cakupan area layanan kita akan diperluas ke Kompleks Delta Harapan Indah (DHI) dan PIK,” kata Asep.

Karena satu lpd itu, idealnya untuk 100 pelanggan. Sehingga dengan kapasitas air sebesar 20 lpd, maka sudah bisa melayani sekitar 20.000 pelanggan. Sementara, warga di Kapuk Muara sebanyak 600 KK serta di kompleks DHI dan PIK ada sekitar 1.100 KK. Artinya sudah sebanyak 1.700 KK yang dapat menikmati layanan air bersih perpipaan dari Palyja.

Kepala Divisi Corporate Communication dan Social Responsibility Palyja, Lydia Astriningworo mengatakan pekerjaan teknis penurunan jembatan pipa dilakukan pada Agustus hingga November 2017, menelan biaya Rp 260 juta.

“Kemudian, setelah air mengalir ke rumah warga Kapuk Muara, pihaknya tidak berhenti di situ saja. Tetapi meneruskan pekerjaan teknis lainnya agar air bersih dapat mengalir maksimal ke rumah pelanggan,” kata Lydia.

Yaitu, melakukan perbaikan bocoran pipa, optimasi jaringan perpipaan, rehabilitasi pipa, dan penggantian meteran air warga akan terealisasi sepenuhnya pada pertengahan Januari 2018. Total biaya penurunan jembatan pipa dan empat tahapan pemeliharaan sebesar Rp 500 juta.

“Karena kan sudah lama air tidak mengalir di pipa existing. Jadi kemungkinan ada yang rusak. Juga meteran pasti sudah ada yang hilang atau rusak. Jadi itu bagian yang kita perbaiki juga,” jelasnya.

Selama masa transisi pekerjaan teknis, PALYJA mendistribusikan air bersih menggunakan truk tangki air 1.100 liter setiap harinya di kawasan tersebut.

Direktur Utama PDAM Jaya Erlan Hidayat mengungkapkan, saat ini sebanyak 600 Kepala Keluarga (KK) di wilayah RW 01, 04, dan 05 sudah memiliki akses untuk mendapatkan air bersih. Selain itu, menurutnya, layanan ini telah dinikmati oleh 1.100 KK di Kompleks Duta Harapan Indah.

“Hingga saat ini, kami terus memonitor dan terjun langsung ke lapangan untuk memastikan semua warga sudah terima suplai air bersih dengan maksimal,” ujar Erlan.

Sumber http://www.beritasatu.com/jakarta/470903-10-tahun-menunggu-kini-warga-kapuk-muara-dapat-air-bersih.htm
 



Tweet




Copyright © 2015, PAM JAYA