Serba-Serbi > Berita

Jakarta - Perum Jasa Tirta II (PJT II) bersama Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) gelar acara penjajakan minat pasar (market sounding) dalam rangka penyiapan proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur di Hotel Ambhara Jakarta, Senin (30/10).

Tujuan digelarnya market sounding yaitu untuk melakukan penjajakan minat investor atau pengembang untuk mengikuti pelelangan menjadi investor dalam proyek ini dan sekaligus memberikan penjelasan atau memaparkan Proyek KPBU SPAM Regional Jatiluhur kepada para investor.

Sekretaris Perusahaan PJT II Haris Zulkarnain yang merupakan Ketua Tim KPBU memaparkan deskripsi dari proyek pengembangan SPAM Regional Jatiluhur tersebut. Dalam pemaparannya dijelaskan mulai dari sisi teknis, hukum, dan kelembagaan serta kelayakan proyek.

SPAM Regional Jatiluhur merupakan proyek strategis nasional yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden. Kapasitas produksi 5.000 liter per detik merupakan produksi dari dua lokasi Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) yang berlokasi di Cibeet dengan kapasitas IPA 550 liter per detik untuk melayani wilayah Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi, dan di Bekasi dengan kapasitas IPA 4.450 liter per detik yang akan melayani wilayah DKI Jakarta, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi.

Lingkup KPBU SPAM meliputi merencanakan, membangun, mengoperasikan, dan memelihara. Total kapasitas pengembangan SPAM Regional Jatiluhur adalah 5.000 lpd. Sedangkan, jangka waktunya 30 tahun dengan rincian 2,5 tahun masa konstruksi dan 27,5 tahun penyelenggaraan.

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Sekretariat BPPSPAM, Monhilal. "Kegiatan ini merupakan bentuk penjajakan minat pasar yang dilakukan melalui proses interaksi antara PJPK dengan para pemangku kepentingan yang bertugas untuk mengetahui masukan, tanggapan serta minat calon investor, lembaga/instansi yang akan dikerjasamakan," ujar Monhilal.

Hadir pada acara tersebut Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Investasi M Natsir. Menurut Natsir, dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 2007 dikatakan bahwa salah satu target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 adalah untuk meningkatkan akses air minum dan direncanakan 100% terlaksana pada 2019.

“Dalam hal penyelenggaraan proyek KPBU SPAM, PJT II akan fokus pada tugasnya untuk menjadi PJPK, sementara badan usaha yang selama ini sudah ada dalam dokumen PKS menjadi inisiator," katanya.

Hadir pada acara tersebut Direktur Pengembangan SPAM Kementerian PUPR, Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, Direktur Utama PAM Jaya, Direktur Utama PDAM Kabupaten/Kota Bekasi dan Kabupaten Karawang, Direktur Utama Konsorsium PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama, Direktur Utama Manila Water, Direktur Utama K-Water, Direktur Utama Metito Indonesia, PT Bangun Cipta Kontraktor, PT. Adhi Karya, PT Pembangunan Perumahan, PT Wijaya Karya, Bank Dagang Indonesia, dan sejumlah investor.

Sumberhttp://www.beritasatu.com/bisnis/461064-market-sounding-mengawali-pelaksanaan-spam-regional-jatiluhur.html

 

 

 

 



Tweet




Copyright © 2015, PAM JAYA